OPM DAN VFL
| SMKN 2 INDRAMAYU kompetensi keahlian TJKT |
Capaian pembelajaran: penggunaan OPM dan FVL |
No jobsheet=04 Nama:adi mulyadi Kelas:x TKJ 2 |
Alat :OPM(optical power meter) FVL(visual fould loceter) tindakan keselamatan kerja: -menggunakan alat praktek sesuai SOP -tidak membawa makana di dalam lab -tidak bercanda di dalam lab -menggunakan sendal karet langkah kerja: 1.OPM(optical power meter ) (Alat ini berfungsi untuk mengukur daya atau kekuatan sinyal cahaya (sinyal optik) yang ditransmisikan melalui kabel fiber optik.) cara penggunaan OPM (optical power meter) 1.Bersihkan ujung konektor kabel fiber optik (patch cord) menggunakan alkohol khusus. 2.Sambungkan kabel dari sumber cahaya (seperti OLT atau Optical Light Source) ke port OPM. 3.Hidupkan OPM dan atur panjang gelombang (lambda) agar sesuai dengan jaringan yang diukur (biasanya 1310 nm atau 1550 nm) 4.Hasil pengukuran akan muncul di layar dalam satuan dBm (decibel-milliwatt). 2.penggunaan FVL(visual fould loceter) Alat ini sering disebut juga sebagai senter fiber optik. FVL berfungsi untuk menelusuri jalur dan mendeteksi kerusakan (seperti kabel putus atau tertekuk) pada core kabel fiber optik. cara penggunaannya VFL(visual fould loceter): 1.Pastikan kabel yang akan dicek tidak terhubung dengan perangkat aktif agar laser tidak merusak komponen penerima pada perangkat. 2.Pasang ujung kabel fiber optik ke port FVL. 3.Nyalakan FVL. Alat ini akan memancarkan sinar laser merah yang kasat mata ke dalam kabel. 4.Jika tidak ada kerusakan, sinar laser merah akan tembus dan terlihat memancar di ujung kabel yang lain. Jika kabel putus atau mengalami bending berlebih, sinar merah akan terlihat bocor atau menyala terang tepat di titik kerusakan tersebut. | ||
|---|---|---|


Komentar
Posting Komentar